Imam Khanafi tinggal di Kudus dan menulis esai tentang pertunjukan serta budaya. Sejak 2024, ia berkarya bersama Phos dengan menerbitkan zine sastra.
Esai
Membaca Kembali Jepara dalam Pandangan R.A. Kartini
Salah satu bagian paling kuat dari artikel ini adalah ketika Kartini mulai mengajak pembaca “berku...
14 Apr 2026
Folks
Ketika Sejarah Menjadi Luka yang Masih Berdetak
Pementasan itu hadir dalam rangkaian acara Jejak Bapak Republik Indonesia, sebuah perjalanan gagasan...
12 Apr 2026
Esai
Dari Akar Tradisi Menuju Kesadaran Kolektif
Kirab tumpeng juga mengandung elemen teater epik. Brecht menekankan pentingnya Verfremdungseffekt at...
31 Mar 2026
Esai
Kritik dari Dalam Panggung Kudus
Di tingkat komunitas, teater juga sering gagal membangun kedekatan dengan masyarakat. Pertunjukan ha...
25 Mar 2026
Esai
Dari Panggung Sederhana Menuju Kesadaran Kolektif
Contoh menarik dari dinamika ini dapat dilihat pada Teater Songo Koma Songo di Desa Megawon, Kudus. ...
25 Mar 2026
Esai
Praxis Kreatif Generasi Muda
Anak muda sering kali terjebak dalam anggapan bahwa pusat kreativitas hanya ada di kota besar. Padah...
23 Mar 2026
Esai
Gerobak-Gerobak Putih di Ambang Lebaran
Setelah Lebaran, biasanya ada ekspektasi bahwa semua akan kembali seperti semula. Orang kota kembali...
22 Mar 2026
Esai
Perayaan Tradisi dan Panggung Komodifikasi Budaya di Kudus
Syawalan di Kudus hari ini adalah cermin dari perubahan zaman. Ia memperlihatkan bagaimana tradisi b...
22 Mar 2026
Kolaborasi
Cerita Kudus Tuwa
Cerita Kudus Tuwa (CKT) adalah komunitas pegiat sejarah dan budaya di Kudus yang berfokus pada penel...
22 Mar 2026
Kolaborasi
Phos Zine
Phos Zine adalah kolektif kecil yang tumbuh dari semangat membuat zine dan berbagi gagasan secara ma...
22 Mar 2026
Esai
Lebaran sebagai Panggung Dramaturgi
Ritual-ritual Lebaran sendiri sebenarnya sarat dengan unsur dramaturgi. Mudik, misalnya, bukan sekad...
18 Mar 2026
Esai
Membaca Lebaran Lewat Puisi: Dari Anak yang Meminta Baju hingga Kuburan Sunyi
Sastra memiliki cara unik untuk menangkap momen-momen keagamaan. Ia tidak selalu mengikuti arus kege...
16 Mar 2026
Esai
Merawat Bara Kata di Kota Kudus
Hari ini, jika kita melihat Kudus, ruang sastra memang tidak terlalu banyak terbuka. Diskusi jarang ...
10 Mar 2026
Esai
Membaca Ulang Ingatan Intelektual Kudus
Program Ruang Ingatan Cerita Kudus Tuwa mencoba membaca kembali arsip-arsip seperti ini. Arsip serin...
10 Mar 2026
Esai
Kudus: Kota di Atas Panggung Sosial
Pendekatan dramaturgi menjadi menarik ketika digunakan untuk membaca kehidupan sebuah kota. Kota dap...
05 Mar 2026
Esai
Berharap pada Lesbumi Kudus
Serah Kedua di Balai Budaya Rejosari pada 28 Februari 2026 adalah simbol kecil dari harapan besar it...
05 Mar 2026
Kolaborasi
Panggung III
Upaya kolaboratif bersama kelompok-kelompok kesenian, terutama di bidang teater, bukan melulu soal p...
01 Mar 2026
Folks
Dari Bilik Pengakuan ke Roma: Ironi “Confessio” dan Bisikan Nurani yang Mengalahkan Borgol
Dalam salah satu adegan, Dea selingkuhan sang pejabat mengucapkan kalimat yang menggantung lama di k...
25 Feb 2026
Esai
Tiga Anak Muda dan Musim yang Belum Selesai
Mereka adalah Afif Khoirudin Sanjaya, Elang Ade Iswara, dan Tiyo Ardiyato. Tiga nama yang tumbuh dar...
22 Feb 2026
Esai
Caping Kalo, Tubuh, dan Dramaturgi
Pemerintah yang sungguh memahami kebudayaan semestinya hadir, tanpa itu, jargon “pelestarian buday...
08 Feb 2026
Esai
Menapak Ingatan dari Makam Saodagar Kretek Kudus
Di bulan Desember ini, Cerita Kudus Tuwa menggelar acara bertajuk Ziarah Kretek, sebuah agenda yang ...
29 Dec 2025
Folks
M.C. Wartono Jejak Tekun Asap Sukun
Rokok klobot produksi M.C. Wartono dibuat dari bahan-bahan sederhana: tembakau pilihan, kulit jagung...
15 Nov 2025
Esai
Di Ambang Realitas Pementasan Tengul dan Eksperimen
Di Ambang Realitas Tengul dan Eksperimen Apop sebagai Tindakan Ontologis
SAYA menulis esai ini deng...
11 Nov 2025