Imam Khanafi tinggal di Kudus dan menulis esai tentang pertunjukan serta budaya. Sejak 2024, ia berkarya bersama Phos dengan menerbitkan zine sastra.
Esai
Mencari Sastra yang Berpijak di Kudus
Kudus adalah kota dengan sejarah sosial dan budaya yang kaya. Ada tradisi kretek, pesantren, pasar r...
18 May 2026
Panggung III
Semiotika Luka dan Tubuh Pascatrauma dalam Tahun-Tahun Setelah Itu karya Idham Ardi N.
Pendekatan seperti ini mengingatkan bahwa teater pada dasarnya adalah ruang tubuh dan emosi. Luka so...
18 May 2026
Folks
Seni sebagai Ruang Makna
Tulisan Charles Beraf mengingatkan bahwa seni bukan musuh negara. Seni justru dapat menjadi cermin p...
17 May 2026
Folks
Pemuda B, Genealogi Kebebalan dan Krisis Adab dalam Ekosistem Teater Kudus
Kegaduhan mengenai “Pemuda B” justru lebih cepat menyebar daripada pembacaan terhadap substansi ...
12 May 2026
Panggung III
Membaca Nitisemito sebagai Lakon
Dengan sudut pandang ini, Nitisemito tidak menjadi pusat tunggal, melainkan bagian dari jaringan rel...
07 May 2026
Panggung III
Nitisemito dan Monster Tak Terlihat
Dalam dramaturgi Nitisemito, pajak bukan sekadar catatan administrasi, melainkan monster tak terliha...
02 May 2026
Esai
Nitisemito dan Dramaturgi Sejarah
Dalam konsep dramaturgi, Nitisemito dapat dibaca sebagai karakter yang terus bernegosiasi dengan kea...
01 May 2026
Esai
Antara Ketulusan, Panggung, dan Godaan Kekuasaan
Kudus adalah kota kecil, tetapi lapisan sejarah budayanya tidak pernah tipis. Ia menyimpan tradisi, ...
28 Apr 2026
Esai
Membaca Kembali Jepara dalam Pandangan R.A. Kartini
Salah satu bagian paling kuat dari artikel ini adalah ketika Kartini mulai mengajak pembaca “berku...
14 Apr 2026
Folks
Ketika Sejarah Menjadi Luka yang Masih Berdetak
Pementasan itu hadir dalam rangkaian acara Jejak Bapak Republik Indonesia, sebuah perjalanan gagasan...
12 Apr 2026
Esai
Dari Akar Tradisi Menuju Kesadaran Kolektif
Kirab tumpeng juga mengandung elemen teater epik. Brecht menekankan pentingnya Verfremdungseffekt at...
31 Mar 2026
Esai
Kritik dari Dalam Panggung Kudus
Di tingkat komunitas, teater juga sering gagal membangun kedekatan dengan masyarakat. Pertunjukan ha...
25 Mar 2026
Esai
Dari Panggung Sederhana Menuju Kesadaran Kolektif
Contoh menarik dari dinamika ini dapat dilihat pada Teater Songo Koma Songo di Desa Megawon, Kudus. ...
25 Mar 2026
Esai
Praxis Kreatif Generasi Muda
Anak muda sering kali terjebak dalam anggapan bahwa pusat kreativitas hanya ada di kota besar. Padah...
23 Mar 2026
Esai
Gerobak-Gerobak Putih di Ambang Lebaran
Setelah Lebaran, biasanya ada ekspektasi bahwa semua akan kembali seperti semula. Orang kota kembali...
22 Mar 2026
Esai
Perayaan Tradisi dan Panggung Komodifikasi Budaya di Kudus
Syawalan di Kudus hari ini adalah cermin dari perubahan zaman. Ia memperlihatkan bagaimana tradisi b...
22 Mar 2026
Kolaborasi
Cerita Kudus Tuwa
Cerita Kudus Tuwa (CKT) adalah komunitas pegiat sejarah dan budaya di Kudus yang berfokus pada penel...
22 Mar 2026
Kolaborasi
Phos Zine
Phos Zine adalah kolektif kecil yang tumbuh dari semangat membuat zine dan berbagi gagasan secara ma...
22 Mar 2026
Esai
Lebaran sebagai Panggung Dramaturgi
Ritual-ritual Lebaran sendiri sebenarnya sarat dengan unsur dramaturgi. Mudik, misalnya, bukan sekad...
18 Mar 2026
Esai
Membaca Lebaran Lewat Puisi: Dari Anak yang Meminta Baju hingga Kuburan Sunyi
Sastra memiliki cara unik untuk menangkap momen-momen keagamaan. Ia tidak selalu mengikuti arus kege...
16 Mar 2026
Esai
Merawat Bara Kata di Kota Kudus
Hari ini, jika kita melihat Kudus, ruang sastra memang tidak terlalu banyak terbuka. Diskusi jarang ...
10 Mar 2026
Esai
Membaca Ulang Ingatan Intelektual Kudus
Program Ruang Ingatan Cerita Kudus Tuwa mencoba membaca kembali arsip-arsip seperti ini. Arsip serin...
10 Mar 2026
Kolaborasi
Panggung III
Upaya kolaboratif bersama kelompok-kelompok kesenian, terutama di bidang teater, bukan melulu soal p...
01 Mar 2026