Panggung III
Kisah yang Tidak Punya Tempat Pulang
Ada tiga lapis oposisi yang saya tangkap dalam Julungwangi: pertama, dua hukum yang berbenturan, hukum negara dan hukum ...
Kategori: Panggung III
Panggung III
Ada tiga lapis oposisi yang saya tangkap dalam Julungwangi: pertama, dua hukum yang berbenturan, hukum negara dan hukum ...
Panggung III
Ada tawa yang terdengar keras, lalu tiba-tiba sunyi. Ada candaan yang terasa lucu, tetapi setelah dipikir ulang justru m...
Barangkali, dalam lakon Kangen, Jangkar Ingin memberi peringatan keras bagi kita semua bahwa; sedewasa apapun seorang an...
Panggung III
Pendekatan seperti ini mengingatkan bahwa teater pada dasarnya adalah ruang tubuh dan emosi. Luka sosial baru terasa nya...
Panggung III
Ada momen yang sulit saya lupakan dari beberapa hari mengamati FLS3N. Peserta pantomim berdiri di tengah panggung, membu...
Panggung III
Nah si Pemuda B muncul sebagai anomali (meski saya yakin penampilannya tak akan mirip dengan tung tung tung sahur yang d...
Cerita tentang bagaimana perempuan nampak di bawah cahaya panggung proscenium, bunyi seperti terbangan mengalun seperti ...
Panggung III
Lakon Gadis Pingitan bermula dari naskah awal milik Bu Dian Guru Bahasa Indonesia SMP 1 Dawe. Namun, ketika naskah itu b...