Puja Doa Kretek atau dalam bahasa Jawa: Umbul Donga Kretek, merupakan prosesi doa dan ungkapan syukur atas kehadiran kretek sebagai salah satu karya kebudayaan nusantara. Dari kretek, kemudian melahirkan berbagai pencapaian dalam industri kretek, dari tradisional hingga modern. Oleh karenanya, Kretek juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Pengetahuan dan ketrampilan mengenai kretek, juga telah berjalan dari waktu ke waktu yang diwariskan dari generasi ke generasi. Puja Doa Kretek menjadi momentum sesaat untuk mengajak kita semua mensyukuri keberadaan kretek dengan segala kebermanfaatannya bagi masyarakat dan bangsa ini.
Tahun ini mengambil tema “Kretek, Adikarya Nusantara sebagai Kekuatan Budaya”, dengan narasumber refleksi (renungan) akan disampaikan oleh Abud SB Runcing, Ketua LESBUMI Kudus.
Acara ini telah rutin dilakukan sejak 2017, dan tahun ini akan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026 mulai pukul 23.45 WIB - selesai di kompleks Monumen Kretek Indonesia, Djarum Oasis Kretek Factory. Selain prosesi Puja Doa Kretek dengan lampah ratri membawa tembakau, cengkeh, rempah-rempah, tumpeng dan uba rampe-nya, kemudian renungan kretek, pembacaan puisi dan performance art oleh Teater Djarum.
Puja Doa Kretek dapat diikuti umum, dan bahkan kami ingin mengajak semua aktivis kretek, pelaku industri kretek, dan masyarakat untuk datang dan terlibat melangitkan doa dan syukur bersama kepada Sang Pencipta.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar