Dalam sejarah industri kretek Kudus, nama Ma’roef bin Haji Rusdi menempati posisi istimewa sebagai pengusaha santri yang memadukan nilai religius dan etos dagang. Lahir dari keluarga pedagang tembakau asal Loram yang taat beragama, Ma’roef meniti karier dari pedagang Pasar Kliwon hingga menjadi pemilik pabrik rokok Cap Djamboe Bol—merek yang tersohor hingga Sumatera pada dekade 1950-an (Wasith, Sejarah Perkembangan Pengusaha Pribumi dan Non Pribumi Industri Rokok Kretek di Kudus, hlm. 263). Usahanya resmi terdaftar pada 12 Oktober 1937 dengan modal 300 gulden dan 15 pekerja. Dari Kudus, usahanya meluas ke Jepara, Semarang, Tegal, hingga Surabaya. Jaringan keluarga yang lama berdagang tembakau di Ngadirejo, Temanggung, menjadi modal penting membangun bisnisnya (Edy Supratno, 2022).
Di balik kesuksesan itu, Ma’roef tak meninggalkan nilai-nilai pesantren. Ia menimba ilmu dari Kiai Abdullah di Kradenan, Kiai Asnawi di Kudus, hingga ulama di Kajen dan Rembang. Pesan gurunya—hidup harus bermanfaat bagi masyarakat—ia wujudkan lewat pembangunan Masjid Al Ma’roef, SMA Al Ma’roef, serta dukungan untuk sekolah dan masjid di Kudus. Sepeninggalnya pada 1969, kepemimpinan Djamboe Bol dilanjutkan adiknya, Nawawi, mantan laskar Hizbullah yang meneruskan semangat sosial sang kakak.
Ia menjaga ciri khas Djamboe Bol sebagai perusahaan rakyat: tiap 17 Agustus, lapangan Ngembalrejo semarak dengan hiburan rakyat seperti ketoprak, layar tancap, dan orkes (Wawancara dengan Halim, 25 Mei 2024). Puncak kejayaan Djamboe Bol dirayakan dalam Panca Windu Djambu Bol (1977), ketika produk edisi khusus “Jambu Bol Panca Windu” diluncurkan. Di masa jayanya, pabrik ini mempekerjakan 4.000 orang, sebagian besar pekerja borongan tetap (Wasith, ibid.). Namun, seiring perubahan zaman, perusahaan mengalami pasang surut hingga berhenti beroperasi pada 2009. Meski demikian, jejak Ma’roef tetap hidup sebagai teladan pengusaha Kudus yang menanamkan nilai religius dalam industri—bahwa kesuksesan sejati bukan pada laba, melainkan pada manfaat bagi sesama.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar