Sejarah mencatat bahwa Kudus bukan hanya tanah kelahiran kretek, melainkan juga tempat tumbuhnya para saudagar tembakau yang ulet dan visioner. Salah satu di antaranya adalah Atmowidjojo, pengusaha low profile asal Desa Langgardalem yang dikenal luas lewat merek Kretek Cap Goenoong Kedoe. Lahir sebagai anak bungsu dari pasangan Trunodiwongso dan Nyi Rowo, Atmo tumbuh dalam lingkungan masyarakat Kudus Kulon yang dikenal gigih berdagang dan lihai membaca peluang. Dalam kesehariannya ia tampil sederhana—sering disangka tukang kebun oleh para tamu yang belum mengenalnya—padahal di balik kesahajaan itu, ia adalah pemilik salah satu pabrik kretek terbesar di Kudus masa kolonial.
Usaha Atmo berpusat di Dukuh Pringinan, Desa Kerjasan, hanya beberapa ratus meter dari Menara Kudus dan situs Langgar Bubrah. Dari tempat inilah kiprah bisnisnya berkembang hingga masuk jajaran “The Big Five” pabrikan kretek Kudus di awal abad ke-20. Catatan penjualan menunjukkan bahwa produknya sudah beredar sejak 1912, menjadikannya salah satu pelopor industri kretek setelah Haji Djamhari (Edy Supratno, Djamhari Penemu Kretek, 2016). Jiwa dagang Atmo ditempa sejak muda—ia sempat berdagang ke Mojokerto sebelum memutuskan fokus pada usaha rokoknya sendiri. Dukungan jaringan sosial dan kekerabatan yang kuat di Jawa Timur membuat merek Goenoong Kedoe, lalu Krandjang dan Omah, mudah menembus pasar. Sosok Atmowidjojo meninggal pada 1945, meninggalkan warisan lebih dari sekadar merek dagang.
Ia meninggalkan tujuh anak, rumah dan pabrik yang masih berdiri kokoh di Pringinan, serta sebuah musala yang diyakini sudah ia rintis sejak hidupnya. Kisah hidupnya menjadi contoh bagaimana etos dagang masyarakat Kudus Kulon membentuk karakter industri kretek nasional—berakar pada kesederhanaan, kerja keras, dan jejaring sosial yang kuat. Sebagaimana disebut dalam catatan keluarga oleh H.M. Hasboellah bin H.M. Muslich (1982), jejak Atmo tetap hidup—tidak hanya pada bangunan tua, tetapi juga pada semangat berdagang yang diwariskan dari generasi ke generasi.
PARAWIRA KRETEK — Menelusuri Jejak Para Perintis, Peracik, dan Penggerak Industri Kretek Kudus. Diselenggarakan oleh Lelana, Mooi Koedoes, dan Pojok Kliping
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar