Folks

Teater Simpul Demak Raya Hadirkan Monolog Ya, Rob dalam Balutan Epik di 2 Kota

✍ Djauharudin - 📅 22 Oct 2026

Teater Simpul Demak Raya Hadirkan Monolog Ya, Rob dalam Balutan Epik di 2 Kota
Djauharudin

DEMAK, Oktober 2026 — Teater Simpul, komunitas teater baru yang lahir di Kabupaten Demak, akan menyelenggarakan pentas dua kota melalui pertunjukan monolog berjudul Ya, Rob. Karya ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Agung Widodo dan akan dimainkan oleh Zein Arsyad.

Pementasan “Ya, Rob” akan digelar di dua kota pada November 2026. Pertunjukan pertama akan berlangsung di Sasana Citra Alam, Demak, pada 1 November 2026, kemudian dilanjutkan di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kudus, pada 13 November 2026.

Pertunjukan ini mengangkat persoalan bencana rob yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Demak. Namun, isu tersebut tidak disajikan semata sebagai gambaran tentang bencana, melainkan diolah menjadi sebuah pertunjukan teater yang bersifat epik, reflektif, dan simbolik.

Dalam pertunjukan ini, Teater Simpul menghadirkan Semar sebagai sosok sesepuh. Kehadiran Semar menjadi salah satu elemen penting dalam membangun dunia pertunjukan sekaligus menjadi simbol suara kebijaksanaan, ingatan, dan kegelisahan masyarakat yang berhadapan dengan perubahan lingkungan serta persoalan rob.

Melalui tubuh aktor, bahasa, musik, dan tata artistik, Ya, Rob berusaha membawa penonton untuk melihat rob bukan hanya sebagai peristiwa alam, tetapi sebagai persoalan yang bersinggungan dengan kehidupan manusia, ruang hidup, ingatan, dan hubungan masyarakat dengan lingkungannya.

“Ya, Rob berangkat dari kegelisahan melihat rob yang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Demak bagian barat. Kami mencoba mengemas kegelisahan itu dalam bentuk yang lebih epik dan simbolik, sehingga penonton tidak hanya melihat persoalan rob sebagai bencana, tetapi juga sebagai cerita tentang manusia dan ruang hidupnya,” ujar Agung Widodo, penulis sekaligus sutradara Ya, Rob.

Sebagai sebuah komunitas yang baru tumbuh di Demak, Teater Simpul juga menempatkan pementasan ini bukan sekadar sebagai agenda pertunjukan, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem teater di Demak. Melalui produksi karya, proses latihan, keterlibatan seniman muda, serta pertemuan dengan penonton, Teater Simpul ingin menjadikan teater sebagai ruang perjumpaan, ruang belajar, dan ruang dialog bersama.

“Sebagai komunitas baru, kami menyadari bahwa perjalanan Teater Simpul masih panjang. Kami berharap Ya, Rob bisa menjadi embrio bagi tumbuhnya geliat teater di Demak. Bukan hanya tentang Teater Simpul, tetapi tentang bagaimana semakin banyak orang berani membuat karya, membangun komunitas, dan menciptakan ruang pertunjukan di Demak,” terang Zein Arsyad, aktor sekaligus pimpinan produksi monolog Ya, Rob.

Pemilihan Demak dan Kudus sebagai dua kota pementasan juga menjadi upaya untuk memperluas jangkauan karya sekaligus membuka ruang perjumpaan antara seniman dan masyarakat dari dua wilayah yang memiliki latar kebudayaan serta kehidupan masyarakat yang saling berdekatan.

Dengan format monolog, Ya, Rob akan mengandalkan kekuatan aktor dalam membangun keseluruhan cerita. Zein Arsyad sebagai pemain ditantang untuk menghadirkan berbagai lapisan emosi, narasi, dan karakter dalam satu ruang pertunjukan. Sementara itu, penyutradaraan Agung Widodo berupaya mempertemukan realitas persoalan rob dengan simbol-simbol budaya yang akrab dalam ingatan masyarakat Jawa.

Melalui Ya, Rob, Teater Simpul mengajak masyarakat untuk datang, menyaksikan, dan mengalami sebuah cerita tentang Demak dari sudut pandang teater.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar