Dengan tajuk Satu Hati Tolak Korupsi, Laskar PMK gelar acara Roadshow ke #62 di Rembang (16/12/2023). Sebuah live perform yang apik itu diselenggarakan di Pondok Pesantren Attaufiq Gandirirojo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang. Acara yang dibuka dengan pertunjukan treatikal pencak silat kemudian disambung dengan kegelisahan seniman yang satu persatu tampil membacakan karya puisinya dengan gaya yang berbeda – beda menjadi satu keutuhan untuk selalu berkomitmen menyatakan menolak korupsi.
Menyaksikan maraknya perbuatan korupsi dalam masyarakat, para sastrawan Indonesia dari berbagai daerah merespon fenomena tersebut dengan cara yang nyata dan sesuai dengan panggilannya, yakni melalui sebuah gerakan yang diberi nama “PMK” atau “Puisi Menolak Korupsi”. Gerakan ini menjadi suatu respon para penyair dan seniman mengingat tingkat sistematis dan canggihnya korupsi saat ini. Gerakan ini pun dijalankan dengan tekad yang kuat untuk menyampaikan seruan moral kepada masyarakat, dengan tujuan filosofis dan edukatif untuk mencegah munculnya mentalitas korupsi sejak dini dan mengatasi ancaman perilaku korupsi yang semakin parah.
Gerakan Puisi Menolak Korupsi menempati posisi sebagai gerakan budaya, yang melengkapi upaya-upaya gerakan lain yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat dengan karakteristik dan sarana perjuangan yang berbeda (seperti hukum, politik, agama, jurnalistik, intelektual, dan sebagainya). Pada intinya, gerakan ini bersatu dan berkolaborasi dengan segala kekuatan yang bertekad untuk mengawal proses pembangunan kehidupan berkeadilan dan bermartabat bagi bangsa dan negara. Dengan cara yang sangat penting, gerakan ini juga menjadi sarana bagi para penyair untuk mengekspresikan sikap tegas mereka dalam menolak perilaku korupsi.
Ada konsep puisi yang secara mengajak dalam perenungan kepada narapidana kasus tindak korupsi. Ada pula puisi yang menguak ihwal korupsi di tataran masyarakat bawah. Ada pula pembawaan sarkasme tentang masyarakat korup di atas panggung yang mengajak penonton untuk masuk dalam pemahaman korupsi yang jahat melalui gelak tawa.
Dalam perhelatan PMK yang sudah bergerak selama dasawarsa itu diisi oleh beberapa nama penyair, teatrawan hingga tokoh – tokoh masyarakat yang cukup ternanama dalam ruang pergerakannya masing – masing, seperti Sosiawan Leak, Heru Mugiarso, Rama Dinta, Sri Kanti Kupu, Nung Bonham, Hitam, Pena Ranggita, Bontot, Wage Teguh Wiyono, Agus, Rosyid Nodyek, Marlin, Gambuh R. Basedo, Rissa Churria, Ewot, Heru Mugiharso dan masih banyak lagi yang juga tergabung dalam Laskar PMK, tokoh penyair maupun masyarakat Pondok Pesantren Attaufiq Gandirirojo .
Acara yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB hingga pukul 00.00 WIB ditutup dengan penandatanganan kain putih bersama – sama sebagai simbol komitmen untuk terus bergerak melawan korupsi yang masih menjadi persoalan di Indonesia. Seperti ucapan Leak Sosiawan yang diucapkan saat mengisi sambutanya, ” Korupsi itu adalah kejahatan terorganisir yang berjamaah, maka perlu dilawan dengan berjamaah pula. ” kata Leak Sosiawan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar