Folks

Seniman Rupa Pati Ajak Siswa SMA Gelar Pameran

✍ Djauharudin - 📅 14 Dec 2023

Seniman Rupa Pati Ajak Siswa SMA Gelar Pameran
Djauharudin

Seni rupa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami fluktuasi dalam perkembangannya. Gabus Creative Art bersama siswa SMA PGRI 1 Pati berinisiatif menggelar Art Meeting Exhibition untuk membangkitkan semangat seni. Pameran tersebut, hasil kerja sama antara Gabus Creative Art, SMA 1 PGRI Pati, dan Hysteria Semarang, menampilkan sekitar 100 karya seni siswa selama empat hari di Ruang Pameran SMA PGRI 1 Pati, mulai Senin hingga Kamis. (11/12/2023)

Selain lukisan, acara ini menampilkan kompetisi mural, kelas menggambar, dan diskusi. Dalam salah satu kelas menggambar, siswa-siswa antusias menggambar objek seperti botol kaca, vas bunga, dan buah-buahan di atas kursi berbalut kain putih.

Didalam acara tersebut siswa diajak untuk bagaikana mengelola sebuah karya hingga menjadi sebuah pameran seni rupa. Sebuah kerja kolektif untuk menyampaikan gagasan yang tertuang berbentuk pameran seni rupa dalam lukisan – lukisan mereka.

Putut Pasopati, kurator pameran dari Gabus Creative Art, menyoroti potensi besar siswa-siswi tersebut. Ia berharap agar potensi ini terus berkembang dan memberikan warna baru pada dunia seni rupa Pati. Putut juga mengajak siswa-siswi untuk tidak berhenti di situ, melainkan terus mengembangkan bakatnya karena seni rupa dapat menjadi profesi yang menjanjikan.

Dalam diskusi pasca kelas menggambar, Putut mendorong seniman lukis dan seni rupa muda untuk terus meningkatkan keterampilan mereka. Baginya, seni bukan hanya tentang teknis, melainkan juga tentang pesan, emosi, dan perjuangan. Ia menekankan bahwa seni memiliki kemampuan untuk bersuara dan menyampaikan pesan, seperti hak asasi manusia dan nilai kemanusiaan.

”Perkembangan seni tidak hanya urusan teknis. Tapi juga muatan yang disampaikan. Seni bisa membicarakan banyak hal. Seperti isu HAM, kemanusiaan. Seni bukan tentang keindahan semata,” tuturnya.

Selain itu, Putut memberikan bekal kepada siswa mengenai ilmu persiapan pameran, yang dianggapnya penting untuk dikuasai. Menurutnya, seniman muda cenderung fokus pada peningkatan keterampilan menggambar tanpa memahami persiapan pameran. Oleh karena itu, penguasaan ilmu ini dianggap krusial agar mereka bisa menggelar pameran setelah berkarya dalam waktu yang lebih lama.

Terkait perkembangan untuk penerapan digitalisasi yang sering menjadi wacana di ruang ajar bentuk rupa dewasa ini, Putut memberikan pandangan bahwa perlunya tahapan basic dalam goresan basic yang dituangkan untuk melanjutkan ke digital.

Kepala SMA PGRI 1 Pati, Sutono, menyambut baik inisiatif ini dan berharap pameran semacam ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas di masa mendatang. Ia berterima kasih atas kontribusi tersebut dan berencana untuk mempublikasikan potensi anak-anak melalui upaya yang lebih luas.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar