Di tengah gemerlapnya musik ambyar yang merajai panggung musik saat ini, seorang pemuda bernama Wahyu Haryo Pratomo dengan penuh semangat membawa nuansa segar bagi perkembangan tren musik, khususnya di Kabupaten Kudus. Musik bukan sekadar hobi baginya, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari jiwanya. Dikenal dengan sebutan Rio Genjreng, ia telah mengabdikan diri pada musik akustik looping.
Lahir di Kudus pada tanggal 2 Mei 1991, perjalanan musik Rio Genjreng dimulai ketika ia duduk di bangku kelas dua SMA. Awalnya, ia mempelajari musik secara otodidak, tetapi kemudian memutuskan untuk mengasah keterampilannya dengan mengambil kursus musik saat memasuki semester tiga kuliahnya.
Kini, Rio Genjreng telah mengukir namanya dalam dunia musik dengan menggeluti musik akustik looping. Metode akustik looping adalah teknik yang digunakan oleh para musisi untuk merekam fragmen musik sebelum tampil di atas panggung. Kemudian, ketika tampil, mereka dapat memainkan rekaman tersebut. Teknik looping ini memberikan kesan bahwa ada lebih dari satu musisi yang bermain bersama. Proses ini melibatkan rekaman suara gitar, bass, melodi, drum, dan berbagai alat musik lainnya.
Bermain gitar dengan menggunakan pedal loop adalah salah satu cara paling mengasyikkan untuk menggali kreativitas musikal Anda. Pedal loop memungkinkan Anda merekam sebagian musik dan memainkannya berulang-ulang, bahkan menambahkan lapisan musik tambahan untuk menciptakan efek seperti band virtual.
Pedal loop dapat digunakan dengan gitar akustik. Banyak loop pedal dilengkapi dengan input XLR untuk mikrofon, yang memungkinkan Anda mengarahkan suara gitar akustik ke pedal, kemudian menghubungkannya ke amplifier atau antarmuka audio. Di sisi lain, gitar elektro-akustik bisa langsung terhubung ke pedal sebelum diarahkan ke amplifier atau antarmuka audio.
Rio Genjreng memilih menggunakan metode looping ini karena sering tampil solo. Ia menganggap bahwa ini adalah cara terbaik untuk menghindari kelelahan, terutama jika durasi penampilannya mencapai lima jam.
“Bermain dengan loop pedal pada gitar akustik adalah salah satu hal favorit saya sebagai solois. Hal ini memberikan saluran kreatif yang luar biasa dan memberikan keunggulan dalam pertunjukan,” ungkapnya dengan semangat.
Salah satu alternatif adalah menggunakan mikrofon. Beberapa loop pedal dilengkapi dengan input XLR untuk mikrofon. Anda dapat mengarahkan mikrofon ke gitar, menghubungkannya ke pedal loop, lalu menghubungkannya ke amplifier atau antarmuka audio. Meskipun ini merupakan metode yang lebih kompleks, teknik ini sangat berguna dalam situasi studio profesional atau pertunjukan live tertentu.
“Untuk para pemula, cara termudah adalah memiliki gitar akustik-listrik atau pickup eksternal dengan ampli akustik. Ampli akustik memiliki karakteristik yang berbeda dari ampli gitar listrik dan menghasilkan suara yang lebih alami untuk gitar akustik,” tutup Rio Genjreng dengan bijak. Ia juga memiliki channel youtube untuk tiap performance dan karya – karyanya :
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar