Artsotika Muria sebagai kerja seni kebersamaan dan semangat gotong royongnya menjadi gerakan seni yang berusaha merangkul semua potensi kesenian di area lingkar Muria.
Gunung Purba yang dulu terpisah dengan Pulau Jawa itu memiliki karakteristik yang khas, karena dihuni oleh tiga kabupüten yang tinggal di lereng-lereng sekitarnya yaitu Pati, Kudus, dan Jepara.
Artsotika Muria #5 kali ini berlokasi di dukuh Boro, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Dan seperti biasa, berbagai aktifitas seni dan lingkungan akan digelar disana, tak terkecuali seni rupa. Biasanya seni rupa diisi aksi lukis on the spot, melukis langsung obyek-obyek alam dan situs di daerah yang ditempati. Kemudian hasilnya dipamerkan di ruang publik seadanya, bisa ruang kelas, bisa balai desa atau ruang-ruang pertemuan lainnya. Memang, gerakan Artsotika Muria ini seperti festival lain yang berbasis kolektivitas mandiri.
Pemanfaatan ruang-ruang publik seadanya itu bagian dari solusi bagaimana kesenian bisa mendekat dengan audiens (masyarakatnya) bukan seni terpisah dan berjarak dengan publiknya. Kali ini pameran digelar di area lapanaan volly
kampung. Tempat bertemunya masyarakat disaat senggang.
Area ini sangat mudah di akses publik dan tentu efektif sebagai ajang mengenalkan seni rupa pada masyarakat. Peserta yang ikut terlibat beragam, ada yang profesional, ada yang masih belajar, seperti anak-anak sekolah. Keberagaman ini menjadi nilai plus karena tidak ada skat antara yang tua dan muda, antara yang sudah profesional dan amatir.
Semua berkumpul dalam suasana kebersamaan menumbuhkan gairah seni rupa di daerah yang jauh dari perbincangan seni,
semacam ini.
Kedepan mungkin yang perlu digali lebih jauh adalah isu visual yang diangkat sebagai bahasa rupa lebih dipertajam dan ditawarkan jauh hari kepada partisipan, sehingga tema tentang
Muria menjadi lebih terasa. Karena Muria memiliki potensi yang sangat banyak untuk digali, dari sejarah, situs-situs, tinggalan tutur, seni-seni tradisi dan lain sebagainya. Ini akan menjadi menarik jika bisa hadir dalam visual karya para partisipan di setiap putaran Artsotika Muria.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar