Folks

Pakaian dan Kepalsuan Soroti Mentalitas Hipokrit Sosial

✍ Mentas - 📅 05 Jun 2023

Pakaian dan Kepalsuan Soroti Mentalitas Hipokrit Sosial
Mentas

Oleh Mentas

Pertunjukan teater “Pakaian dan Kepalsuan” yang diadaptasi dari karya Avherchenko dan dipentaskan oleh Teater Jiwa PBSI UMK dan disutradarai oleh Warih Bayu W merupakan sebuah pengalaman panggung yang apik. Dalam pertunjukan ini, pengaruh kuat dari naskah saduran Achdiat K. Mihardja terlihat jelas melalui visual yang estetik, penampilan aktor yang emosional, serta pesan-pesan yang dalam dan relevan yang disampaikan.


Pementasan Teater Jiwa PBSI UMK membawakan lakon “ Pakaian dan Kepalsuan “ karya Avherchenko di Auditorium UMK, Senin, 5 Januari 2023.

Pertunjukan ini sukses dalam mengeksplorasi tema pakaian dan kepalsuan dalam konteks sosial yang melibatkan audiens. Melalui cerita yang disajikan di atas panggung, pertunjukan ini mengungkapkan bagaimana pakaian dapat menjadi sebuah penutup atau topeng yang digunakan oleh individu untuk menyembunyikan kepalsuan di balik penampilan luar mereka. Dalam perpaduan antara dialog, gerakan fisik, dan visual yang dipoles dengan cukup baik, pertunjukan ini membawa penonton untuk merenung sejenak tentang kompleksitas dan ironi yang terkandung dalam pakaian sebagai simbol sosial.


Salah satu adegan pementasan Teater Jiwa PBSI UMK dalam lakon “ Pakaian dan Kepalsuan “.

Aktornya tampil dengan kemampuan akting yang cukup baik, mereka mecoba keluar dari hafalan teks dalam naskah untuk “ menjadi “ menghidupkan karakter-karakter dalam naskah dengan penuh intensitas dan emosi yang mendalam. Mereka mampu menangkap dan mengungkapkan konflik internal yang dihadapi oleh karakter-karakter yang terjebak dalam jaring-jaring kepalsuan sosial. Komposisi panggung yang cermat dan desain set artistik yang mengagumkan memperkuat suasana drama dan membantu menciptakan atmosfer yang tepat untuk cerita yang diceritakan.


Salah satu hal yang membedakan pertunjukan ini adalah cara di mana pesan-pesan sosial disampaikan secara satir. Pertunjukan ini tidak hanya mengkritik kepalsuan dalam masyarakat, tetapi juga mendorong penonton untuk mengintrospeksi diri dan mengeksplorasi bagaimana mereka terjebak dalam permainan sosial yang serupa. Dalam konteks ini, pertunjukan ini berhasil menggugah pemikiran, mengajukan pertanyaan yang relevan, dan mendorong pemirsa untuk melihat ke dalam diri mereka sendiri dan masyarakat di sekitar mereka.

Secara keseluruhan, pertunjukan “Pakaian dan Kepalsuan” adalah sebuah karya Seni Teater yang berdaya ungkit. Melalui penggabungan antara tatanan visual yang natural dengan menghadirkan nuansa cafe sebagai latar panggung pemain beradegan, penampilan aktor yang cukup emosional, dan pesan-pesan yang memberikan pilihan kepada untuk merenungkan kembali tentang persoalan yang diketengahkan, pertunjukan ini cukup menghadirkan pengalaman yang berkesan. Ia menyoroti ketidakadilan dan hipokrisi dalam masyarakat serta mengajak kita untuk merenung tentang kebenaran yang tersembunyi di balik penampilan luar. Pertunjukan ini layak untuk ditonton oleh siapa saja yang ingin dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan yang mendalam tentang kepalsuan, “ pakaian “, dan kompleksitas manusia dalam konteks sosial.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar