Folks

Dari Festival ke Penonton, Sinea : Jalan Film Independen Indonesia

✍ Rendra - 📅 22 Jun 2026

Dari Festival ke Penonton, Sinea : Jalan Film Independen Indonesia
Rendra

Oleh Rendra

Kudus, 20 Juni 2026Festival Film Anak Bangsa (FFAB) 2026 resmi berakhir melalui Malam Awarding yang digelar di Balai Budaya Rejosari, Kudus, Jumat (20/6). Penutupan festival ditandai dengan pengumuman para penerima penghargaan sekaligus peluncuran platform baru yang akan menjadi ruang distribusi bagi film-film independen Indonesia.

Memperkuat Ekosistem Film Independen

Peluncuran SINEA yang dapat diakses melalui Sinea.id dilakukan oleh GsT sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai distribusi film independen di Indonesia. Platform berbasis web ini dirancang bagi visual storyteller, sineas muda, komunitas film, serta rumah produksi independen yang membutuhkan ruang tayang berkelanjutan. Kehadiran Sinea.id menjadi langkah lanjutan yang memperpanjang perjalanan film-film peserta setelah masa festival berakhir, sehingga karya mereka tetap dapat menjangkau penonton melalui platform digital. Melalui platform tersebut, masyarakat memperoleh akses yang lebih luas untuk menikmati karya sineas muda Indonesia secara legal dan mudah.

Fokus utama Sinea berada pada karya-karya independen yang menawarkan perspektif autentik dan pengalaman sinematik di luar arus utama. Dengan pendekatan tersebut, platform ini diharapkan dapat mempertemukan lebih banyak karya lokal dengan audiens yang lebih luas.

Perwakilan GsT, Asa Jatmiko, menilai banyak film independen berkualitas menghadapi keterbatasan ruang distribusi setelah menyelesaikan perjalanannya di berbagai festival.

"Kami percaya banyak karya film independen yang berkualitas, tetapi sering kali kesulitan menemukan ruang tayang setelah selesai diputar di festival. Sinea.id hadir untuk menjawab kebutuhan itu, menjadi rumah baru bagi karya-karya sineas muda agar dapat terus diapresiasi oleh masyarakat," ujarnya.

Menurut Asa, pengembangan platform tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi para pembuat film.

"Kami ingin ekosistem film daerah terus bertumbuh. Karena itu, film-film yang tayang di Sinea.id memperoleh ruang apresiasi sekaligus manfaat ekonomi melalui skema profit sharing yang disepakati bersama antara platform dengan pembuat film maupun rumah produksinya. Dengan demikian, para sineas memiliki peluang untuk terus berkarya secara berkelanjutan," katanya.

Melalui skema tersebut, Sinea diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif distribusi bagi film independen Indonesia. Platform ini juga menawarkan model kerja sama yang memberi ruang lebih besar bagi kreator untuk memperoleh manfaat dari karya yang mereka produksi.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar