Omah Dongeng Marwah (ODM) bersama Forum Kamis Legen (Kalen) menggelar acara Bedah Novel “Cita-Cita Titik Dua Petani”di Kebun Pucuk Pecukilan. (4/2/2023).
Sang penulis novel, Kanti W. Janis menceritakan tentang karyanya tentang ide penulisan novel yang mengangkat persoalan pertanian yang dikemas dalam cerita persahabatan antara Randy, Menik, dan Tama. Tiga remaja Usia SMP dengan impian mereka. Cita – cita yang tidak biasa itulah yang mewarnai persahabatan mereka. Disebut Tama, seorang murid baru, jenius, jago bermain sepok bola yang tanpa ragu menyatakan cita – citaya yakni menjadi seorang petani.
Kanti W. Janis juga menuturkan, bahwa ide menulis novel tentang pertanian itu sudah ada sejak tahun 2006. Namun dirinya baru bisa mulai menulisnya pada tahun 2010.
“Mulai menulis 2010 dan penyelesaiannya Desember 2022 kemarin. Berawal dari keprihatinan saya pada petani yang begitu mulia, tapi kurang dihargai. Padahal sandang papan kita ini bergantung dari petani,” ungkap Kanti.
Dalam diskusinya ia menyangkan tentang profesi petani yang acap kali tidak memiliki porsi dalam kajian – kajian di sekolah. Petani sering dianggap sebelah mata dan sering kali digambarkan dengan simbol – simbol ketidak sejahteraan.
“Tak hanya itu, para politisi juga sering menggaungkan kampanye untuk mensejahterakan petani. Tapi faktanya hanya menjadi jargon. 60 presen bahan makanan dasar Indonesia masoh impor. Katanya kita negara agraris, tapi nyatanya seperti ini. Saya bukan anak petani, tapi saya tertarik belajar tentang pertanian,” ungkapnya.
Penulis yang juga merupakan seorang advokat ini juga membeberkan suka dukanya terhadap karir kepenulisannya tentang isu pertanian yang sudah berjalan selama 12 tahun. Ia mengaku juga sering kali menghadapi beragam kendala, sebab ia tidak terlahir sebagai seorang anak petani. Oleh karena kegelisahnya tentang pertanian ia kemudian banyak melakukan penelitian untuk memperkaya referensi terkait pertanian. Hingga lahirlah sebuah novel berjudul “Cita – cita Titik Dua Petani”.
“Kendalanya macam-macam karena latar belakang saya bukan dari keluarga petani. Saya tidak ingin sembarangan menulis, jadi saya butuh proses panjang untuk riset. Novel tentang pertanian ini merupakan novel keempat saya dan baru volume pertama. Jadi akan ada buku lanjutan ke dua,” beber Kanti.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar