Tentang Event
Martir (Resistensi Tiada Akhir) adalah karya yang dibangun melalui re-interpretasi sejarah dan problematika Indonesia hari ini. Estetika yang digunakan adalah Puitika Rakyat Tertindas sehingga akan terdapat beberapa teknik teater kaum tertindas Augusto Boal.
Martir (Resistensi Tiada Akhir) adalah upaya teater Minatani melakukan kegiatan penyadaran terhadap masyarakat sehingga tahu bahwa hal-hal keseharian itu terkait dengan kekuasaan. Harga cabe, harga beras, harga gas elpiji itu politik. Demokrasi itu pertarungan sehari-hari dalam menyampaikan aspirasi dan partisipasi. Demokrasi itu bukan lima tahun sekali. Sehingga masyarakat juga akan tahu dan peduli pajak yang dibayar benar-benar dipakai untuk kepentingan masyarakat atau hanya dipakai untuk kepentingan kekuasaan alias membiayai kepentingan politik rezim.
Martir (Resistensi Tiada Akhir) adalah respons teater Minatani atas kondisi di mana seolah-olah semua orang bergerak hanya jika ada insentif. Idealisme dianggap sebagai hal yang aneh. Seolah-olah kita hanya bisa ngomong, mengkritik, dan berkarya kalau ada insentifnya. Teater Minatani beritikad membuat karya karena altruistik saja. Laku tidak laku, cocok tidak cocok dengan pasar atau selera tidak lagi penting. Yang terpenting adalah orgasme dengan bentuk menyuarakan keresahan dan kegelisahan.
Martir (Resistensi Tiada Akhir) adalah respons teater Minatani atas realitas masyarakat hari ini: sensitivitas pemerintah yang rendah, etika pejabat yang buruk, dan kebijakan yang membebani rakyat dengan menghadirkan tokoh-tokoh: perlawanan Siti Manggopoh, perjuangan Roro Mendut, kemandirian Nyai Ontosoroh, dan kemerdekaan Samin Surosentiko.
”Akan kubiarkan leherku dijerat, tetapi kakiku tidak akan berhenti melangkah dengan sehormat-hormatnya”.
Datang dan saksikanlah Pementasan Teater Minatani :
Kudus
Auditorium UMK
03 Desember 2025, Jam 19.30 WIB
Semarang
Kampus 1 UIN Walisongo
17 Desembar 2025, Jam 19.30 WIB
Lokasi
Gedung Auditorium UMK dan Kampus 1 UIN Walisongo