Tentang Event
Benarkah kita baik-baik saja? Atau cuma sudah terlalu terlatih menyembunyikan retaknya?
Di zaman ketika semua orang berlomba terlihat bahagia, sedih sering dianggap gangguan, marah dianggap negatif, dan menangis dianggap kelemahan. Kita diajari tersenyum, bahkan ketika hati sedang penuh reruntuhan.
Tapi bagaimana jika kalimat "aku baik-baik saja" justru menjadi kebohongan yang paling sering kita ucapkan?
Mari ngobrol tentang jebakan berpikir positif yang kadang membuat kita makin jauh dari diri sendiri. Tentang luka yang dipaksa sembuh sebelum waktunya. Tentang manusia yang ingin didengar, bukan sekadar dinasihati untuk bersyukur.
Karena kadang, langkah paling sehat bukanlah berpura-pura kuat, melainkan berani berkata: Aku sedang tidak baik-baik saja.
Diskusi buku Toxic Positivity: Jebakan Kebahagiaan Semu bersama Afthonul Afif